Ekonom Ingatkan Risiko Debt Switching Terlalu Sering Dilakukan
Pramesti Regita Cindy
24 February 2026 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana debt switching antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dinilai memiliki fungsi penting untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Namun, skema ini juga menyimpan risiko jika digunakan terlalu sering.
Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan mekanisme debt switching pada dasarnya merupakan perangkat untuk menjaga stabilitas imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN), sekaligus mengelola risiko jatuh tempo utang pemerintah.
Namun, David mengingatkan bahwa debt switching bukanlah penghapusan utang (debt relief), melainkan hanya memindahkan atau memperpanjang jatuh tempo utang melalui mekanisme rollover.
"Jadi kalau kondisinya memang kondisi kita berupaya untuk menurunkan biaya hutang ya no problem," kata David ketika dihubungi oleh Bloomberg Technoz, Selasa (24/2/2026).
Meski demikian, David menilai risiko utama muncul apabila mekanisme ini digunakan terlalu sering sehingga menimbulkan persepsi ketergantungan pemerintah terhadap Bank Indonesia (BI) sebagai standby buyer.































