Logo Bloomberg Technoz

Penguatan Infrastruktur Kilang Plaju Jaga Keandalan Energi


(Dok. Kilang Pertamina)
(Dok. Kilang Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju terus memperkuat fondasi operasionalnya melalui penguatan infrastruktur dan sistem pengendalian. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga keandalan proses produksi dan distribusi energi agar tetap berjalan optimal.

Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya tantangan operasional di sektor energi. Kilang Plaju memandang perlunya keselarasan antara kebutuhan lapangan dan kebijakan strategis di tingkat korporasi untuk memastikan setiap proses berjalan aman dan efisien.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Refinery Unit Plaju melakukan diskusi intensif bersama Direktorat Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina Persero. Forum ini menjadi sarana koordinasi untuk membahas berbagai isu teknis sekaligus menyusun langkah penguatan yang terukur.

Diskusi ini difokuskan pada penyelarasan infrastruktur logistik dan sistem pengendalian operasional. Tujuannya adalah memastikan setiap tantangan yang dihadapi dapat direspons secara sistematis dan berkelanjutan.

General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, menilai forum tersebut memiliki peran strategis. Menurutnya, komunikasi terbuka antara unit operasional dan pemangku kebijakan sangat penting dalam menciptakan solusi yang tepat sasaran.

“Diskusi ini mempermudah kami dalam menyampaikan tantangan eksisting, khususnya pada aspek infrastruktur logistik. Dengan pemahaman yang selaras, langkah penguatan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada keandalan operasi,” ujar Khanafie.

Ia menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas operasional kilang. Setiap gangguan pada sistem logistik dapat berdampak langsung pada proses produksi dan distribusi energi.

Oleh karena itu, Kilang Plaju berupaya mengidentifikasi kebutuhan prioritas yang memerlukan penguatan. Pendekatan berbasis kebutuhan lapangan menjadi acuan utama dalam setiap rencana perbaikan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional. Kilang Plaju sebagai salah satu aset strategis memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan suplai energi tetap terjaga.

Sinergi Infrastruktur dan Disiplin Operasional

(Dok. Kilang Pertamina)

Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina Persero, Jafee Arizon Suardin, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan prinsip kinerja unggul. Ia menekankan bahwa standar 5 Zero menjadi pedoman operasional yang harus dijalankan secara disiplin.

“Pencapaian kinerja tidak bisa dilepaskan dari disiplin operasional dan sinergi lintas fungsi. Penyelarasan strategi infrastruktur dan logistik menjadi bagian penting untuk memastikan proses bisnis berjalan optimal,” ujarnya.

Menurut Jafee, penguatan infrastruktur tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan kolaborasi lintas fungsi. Sinergi antara unit operasional, logistik, dan manajemen menjadi kunci terciptanya kinerja yang berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip keselamatan kerja dalam setiap aktivitas operasional. Aspek Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses penguatan.

Keselamatan kerja dipandang sebagai fondasi dalam menjaga keandalan operasional. Dengan lingkungan kerja yang aman, produktivitas dan kualitas proses dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Selain HSSE, kesiapan infrastruktur menjadi elemen penting dalam mendukung operasional pada periode strategis. Salah satunya adalah pelaksanaan Satgas RAFI yang berperan penting selama Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam periode tersebut, kebutuhan energi masyarakat cenderung meningkat. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan keandalan sistem operasi menjadi faktor krusial agar suplai energi tetap terjaga.

Jafee menambahkan bahwa setiap penguatan operasional harus dirancang dengan mempertimbangkan risiko dan mitigasi yang matang. Pendekatan ini bertujuan menjaga kelancaran proses tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Kilang Plaju memandang Satgas RAFI sebagai momentum penting untuk menguji keandalan sistem. Dengan infrastruktur yang siap, potensi gangguan dapat diminimalkan.

Penguatan infrastruktur juga mencakup peningkatan sistem pengendalian operasional. Sistem ini dirancang untuk memantau proses secara real time sehingga potensi deviasi dapat segera diantisipasi.

Melalui sistem pengendalian yang andal, Kilang Plaju dapat memastikan setiap proses berjalan sesuai standar. Hal ini sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Sinergi lintas fungsi menjadi landasan utama dalam implementasi penguatan ini. Setiap unit memiliki peran yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama.

Kilang Plaju menilai bahwa keberhasilan operasional tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi sumber daya manusia. Komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan proses.

Dengan penguatan infrastruktur dan sistem pengendalian, Kilang Plaju terus membangun fondasi operasional yang semakin presisi. Setiap langkah dirancang untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi.

Komitmen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Kilang Plaju berperan penting dalam memastikan energi dapat tersalurkan secara aman dan lancar.

Ke depan, Kilang Plaju akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan. Pendekatan adaptif terhadap tantangan operasional menjadi kunci dalam menghadapi dinamika sektor energi.

Melalui sinergi yang solid dan disiplin operasional yang konsisten, Kilang Pertamina Plaju berupaya menjaga perannya sebagai penopang ketahanan energi nasional. Langkah ini diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan operasional dan keandalan pasokan energi Indonesia.