KPB Dorong Kesadaran HIV dan TB di Kalangan Muda

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kilang Pertamina Balikpapan menunjukkan komitmennya dalam penguatan kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi. Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, perusahaan berkolaborasi dengan Universitas Balikpapan menggelar sosialisasi HIV dan Tuberkulosis.
Kegiatan ini mengusung tema Zero Stigma, Zero Penularan dan diselenggarakan di Auditorium Putri Aji Karang Melenu, Balikpapan. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa, pelajar, serta sivitas akademika dari berbagai latar belakang.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan di kalangan usia produktif. Kelompok ini dinilai memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan daerah, khususnya di kota industri seperti Balikpapan.
HIV dan Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat Indonesia termasuk negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia, dengan estimasi lebih dari satu juta kasus pada tahun 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit menular masih membutuhkan perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan edukasi yang menyentuh akar permasalahan.
Di Balikpapan, isu HIV dan TB tidak hanya berdampak pada kesehatan individu. Dampaknya meluas hingga menyentuh produktivitas kerja, ketahanan sosial, dan kualitas sumber daya manusia di daerah industri.
Minimnya pemahaman masyarakat serta masih kuatnya stigma terhadap pengidap HIV dan TB menjadi tantangan tersendiri. Stigma kerap membuat individu enggan melakukan pemeriksaan dini dan mengakses pengobatan.
Akibatnya, risiko penularan justru semakin besar. Kondisi inilah yang mendorong PT Kilang Pertamina Balikpapan untuk mengambil peran aktif dalam edukasi kesehatan berbasis kolaborasi.
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.
“Kota Balikpapan ditopang oleh usia produktif yang menjadi penggerak industri dan pembangunan. Jika generasi mudanya tidak terlindungi dari risiko penyakit menular atau masih terjebak stigma, maka yang terancam bukan hanya kesehatan individu, tetapi masa depan produktivitas kota ini,” ujarnya.
Asep menambahkan bahwa pendekatan edukatif menjadi kunci untuk membangun kesadaran yang lebih luas. Edukasi tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
“Kami ingin generasi muda memahami cara penularan, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini HIV dan TB. Namun lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan keberanian untuk tidak memberi stigma. Zero stigma adalah langkah awal menuju zero penularan,” tegasnya.
Kolaborasi Edukasi untuk Generasi Produktif
Materi sosialisasi disampaikan oleh dr. Dewa Donny Lesmana dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam upaya pencegahan penyakit menular.
Menurutnya, HIV dan TB dapat dikendalikan apabila masyarakat memiliki pemahaman yang benar. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.
dr. Dewa juga menyoroti peran kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara dunia industri, institusi pendidikan, dan pemerintah dinilai sangat penting untuk memperluas literasi kesehatan.
“Kami terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kelompok usia muda merupakan sasaran strategis dalam edukasi kesehatan. Pada usia ini, pola perilaku dan cara pandang masih dapat dibentuk melalui informasi yang tepat.
Melalui kegiatan sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai cara penularan HIV dan TB. Selain itu, dibahas pula langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi juga menyinggung pentingnya menghilangkan stigma terhadap pengidap HIV dan TB. Stigma dinilai menjadi salah satu penghambat terbesar dalam upaya penanggulangan penyakit menular.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai isu kesehatan di lingkungan sekitar mereka.
Salah satu peserta, Endin Heratiansyah dari SMA Negeri 8 Balikpapan, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi langsung dari tenaga kesehatan sangat membantu.
“Kami sebagai pelajar mendapatkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan mengenai apa itu HIV/AIDS dan bagaimana cara pencegahannya. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan di Balikpapan agar semakin banyak masyarakat yang memahami bahaya HIV/AIDS dan pentingnya pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara generasi muda dan pemangku kepentingan. Melalui dialog terbuka, diharapkan tumbuh pemahaman bersama mengenai pentingnya kesehatan sebagai aset pembangunan.
PT Kilang Pertamina Balikpapan memandang edukasi kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Perlindungan terhadap generasi produktif menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan kota industri.
Sinergi dengan Universitas Balikpapan menunjukkan pendekatan kolaboratif yang inklusif. Dunia pendidikan dipandang sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan literasi kesehatan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KPB menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi. Aspek kesehatan dan sosial menjadi bagian integral dari kontribusi perusahaan bagi masyarakat.
Edukasi, deteksi dini, serta penghapusan stigma menjadi pilar utama dalam upaya pencegahan HIV dan TB. Ketiga aspek ini saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.
Dengan memperkuat kesadaran di kalangan generasi muda, diharapkan Balikpapan dapat tumbuh sebagai kota industri yang sehat. Kota yang inklusif dan berdaya saing membutuhkan sumber daya manusia yang terlindungi dan berpengetahuan.
Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan terus berlanjut. PT Kilang Pertamina Balikpapan menempatkan kesehatan generasi produktif sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi masa depan kota yang berkelanjutan.































