Perselisihan ini mendorong Trump melontarkan kritik baru terhadap anggota lain Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), setelah Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen memandang pengambilalihan Greenland akan menghancurkan aliansi tersebut.
Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland, Lars Lokke Rasmussen dan Vivian Motzfeldt, berupaya menghadapi apa yang menurut Kopenhagen sebagai kesalahan faktual yang terus-menerus dan klaim keamanan yang berlebihan yang memicu perdebatan tersebut.
"Dua pekan ke depan sangat penting," ujar Lars-Christian Brask, wakil ketua komite kebijakan luar negeri Denmark, dalam wawancara dengan Bloomberg TV.
"Namun, mari kita adakan pertemuan dengan ketiga menteri luar negeri, jelaskan kesalahpahaman, coba pahami apa yang ingin dicapai oleh semua pihak, dan setelah pertemuan itu, saya yakin kita akan lebih terinformasi dan ada lebih sedikit informasi yang salah," ungkapnya.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Denmark TV2, Menlu Denmark Lokke mengatakan dia "bertanggung jawab untuk menantang" argumen yang disampaikan Trump kepada publik Amerika untuk membenarkan ambisinya terhadap Greenland.
"Argumen utamanya tentang situasi keamanan—bahwa segala sesuatunya di luar kendali, kapal perang China ada di mana-mana, dan Greenland dibanjiri investasi China," ujar Lokke dalam wawancara tersebut.
"Itu gambaran yang keliru, dan kita memiliki kewajiban untuk melawannya. Tentu saja, itu salah satu alasan mengapa kita menginginkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS."
Lokke memberi arahan kepada komite kebijakan luar negeri parlemen Denmark tentang permintaan pertemuan dengan Rubio dalam sidang darurat pada Selasa, setelah pemerintahan Trump meningkatkan retorikanya. Presiden mengatakan dia "mutlak" membutuhkan Greenland—wilayah semi-otonom di dalam Kerajaan Denmark—demi keamanan nasional.
Meski Trump mengaku tidak akan mengesampingkan opsi kekuatan militer untuk memperoleh pulau Arktik tersebut, Rubio pada Selasa malam mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa tujuannya adalah membeli Greenland daripada melakukan intervensi yang akan menguji masa depan NATO.
(bbn)





























