Logo Bloomberg Technoz

Sinyal dari Pasar NDF: Rupiah Hadapi Tekanan Jangka Pendek

Tim Riset Bloomberg Technoz
07 January 2026 08:14

Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), masih melanjutkan tren pelemahan. Pada perdaganan Rabu (7/1/2026) pagi, rupiah dihargai Rp16.765/US$.

Kali ini, rupiah bukan bagian dari minoritas seperti kemarin. Beberapa mata uang di pasar Asia yang sudah mulai perdagangkan pagi ini, juga hampir semua melemah.

Indeks dolar AS melanjutkan tren penguatannya di level 98.580, naik sebesar 0,32%. Alhasil, hampir semua mata uang Asia kompak lemas. 


Zona merah kali ini dipimpin oleh ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,13%, disusul won Korea Selatan 0,07%, yen Jepang 0,06% dan dolar Singapura 0,03%. Sementara dari zona hijau hanya ada baht Thailand yang teraprediasi 0,11% dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,02%. 

Nilai tukar mata uang pasar Asia terhadap dolar AS, Rabu (7/1/2026).

Lalu, bagaimana prediksi pergerakan rupiah hari ini?