Logo Bloomberg Technoz

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah berisiko melanjutkan pelemahan. Target terdekat menuju level Rp16.780/US$ yang merupakan support pertama. Support kedua akan tertahan di Rp16.800/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, maka rupiah berpotensi melemah lebih lanjut menuju level Rp16.870/US$ sebagai support terkuatnya.

Namun jika rupiah malah menguat, maka resistance yang menarik dicermati ada pada level Rp16.720-16.700/US$. Resisten potensial ada di Rp16.650/US$.

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 7 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Faktor Penekan

Tekanan terhadap rupiah masih bersumber dari kombinasi faktor eksternal dan domestik. Di level global, dolar AS masih berada dalam tren kuat. Begitu pula dengan ketidakpastian geopolitik yang mendorong dana global bergerak ke aset aman. 

Penawaran rupiah di pasar NDF jadi cerminan bahwa pelaku pasar masih belum sepenuhnya yakin terhadap stabilisasi nilai tukar dalam jangka pendek. 

Di dalam negeri, dinamika pasar obigasi ikut memperkuat tekanan pada nilai tukar ini. Lelang surat utang kemarin menunjukkan minat investor masih cenderung selektif, terutama untuk SUN di tenor menengah dan panjang. Investor agaknya masih meminta imbal hasil atau yield yang relatif tinggi sebagai kompensasi risiko nilai tukar dan volatilitas global. 

Dalam jangka pendek, rupiah mungkin akan berada dalam fase uji ketahanan, tergantung seberapa jauh pelaku pasar bersedia mengambil risiko di pasar negara berkembang di tengah kondisi geopolitik yang belum kondusif ini. 

(riset/aji)

No more pages