Logo Bloomberg Technoz

Penerimaan Bea Cukai Januari 2026 Turun 14% Jadi Rp22,6 Triliun

Mis Fransiska Dewi
23 February 2026 15:10

Ada Aturan Baru, Barang Tertahan di Bea Cukai Kini Bisa Diambil (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Ada Aturan Baru, Barang Tertahan di Bea Cukai Kini Bisa Diambil (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan kepabeanan dan cukai pada Januari 2026 tercatat senilai Rp22,6 triliun, atau turun 14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Angka tersebut setara 6,7% dari target APBN 2026 sebesar Rp336 triliun.

“Kalau dibandingkan dengan Januari tahun 2025 14% di bawah,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBNKita Februari 2026, Senin (23/2/2026). 

Suahasil menuturkan penurunan setoran bea dan cukai pada awal tahun ini dipicu oleh seluruh komponen yang mengalami kontraksi seperti cukai yang minus 12,4% dibanding periode yang sama tahun lalu dengan nilai sebesar Rp17,5 triliun. Kontraksi penerimaan cukai ini dipengaruhi penurunan produksi akhir 2025.


Sementara itu, bea keluar mengalami penurunan terdalam dengan minus 41,6%. Per Januari 2026, penerimaan bea keluar hanya Rp1,4 triliun disebabkan oleh penurunan harga komoditas ekspor crude palm oil (CPO).

Kemudian untuk setoran bea masuk turun 4,4% atau senilai Rp3,7 triliun pada Januari 2026. Merosotnya setoran bea masuk dipengaruhi meningkatnya tarif MFN 0%, utilisasi FTA, dan restitusi.