Adapun, koreksi kinerja ekspor November 2025 itu jauh lebih buruk dibanding konsensus pasar yang memperkirakan nilai ekspor November akan kontraksi 1,6% yoy, setelah sempat kontraksi pula pada Oktober sebesar -2,31% yoy.
Adapun, nilai ekspor migas pada November 2025 tercatat US$880 juta atau anjlok 32,88%. Nilai ekspor nonmigas juga turun 5,09% dengan nilai US$21,64 miliar.
Selanjutnya, ekspor komoditas lemak dan minyak hewani/nabati juga merosot 18,81% dengan andil -2,12%. Terakhir, komoditas besi dan baja menyusut 17,41% dengan andil penurunan pada total ekspor -1,71%.
Konsensus ekonom/analis yang dihimpun Bloomberg memperkirakan ekspor pada November masih akan berada di zona negatif, dengan median estimasi pertumbuhan -1,6% yoy. Setelah pada Oktober terjadi pertumbuhan -2,31% yoy.
Sementara ekspor melemah, impor justru diprediksi mulai pulih. Konsensus menghasilkan median proyeksi impor pada November tumbuh 3,81% yoy. Lebih baik ketimbang Oktober yang tumbuh -1,15% yoy
Ini mengindikasikan bahwa tekanan impor mulai mereda seiring membaiknya permintaan domestik dan kebutuhan bahan baku industri.
(naw)





























