Prabowo dan Menag Bahas Soal Potensi Nyepi dan Takbiran Bersamaan
Dovana Hasiana
05 March 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Agama Nasarudin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto soal potensi malam takbiran Idulfitri tahun ini jatuh pada hari yang sama dengan Hari Raya Nyepi; yaitu 19 Maret 2026. Sebagai jalan tengah, pemerintah perlu membentuk skema alternatif agar perayaan takbiran dan Hari Raya Nyepi bisa berlangsung dengan lancar, khususnya di Bali.
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut mengklaim sudah membuat kesepakatan dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Bali. Dalam hal ini, takbiran tetap berlangsung dengan sejumlah pembatasan, seperti waktu dan penggunaan pengeras suara.
"Sudah ada kesepakatan kami dengan pemerintah setempat, dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi. Syaratnya Nyepinya berjalan, tetapi takbirnya juga berjalan. Tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 18.00 sampai 21.00," ujar Nasarudin kepada awak media, Rabu (04/03/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Nasarudin juga melaporkan beberapa hal kepada Prabowo. Misalnya, rencana pembayaran zakat Kabinet Merah Putih. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Kepala Negara dan para pejabatnya melakukan pembayaran zakat bersama-sama. Rencananya, agenda tersebut akan dilaksanakan di Istana Kepresidenan. Namun, Kementerian Agama masih menentukan waktu pelaksanaannya.
Tak hanya itu, Prabowo juga berencana bertemu dengan para tokoh-tokoh agama Islam. Rencananya, pertemuan itu akan dilaksanakan pada Kamis (4/3/2026). Namun, Nasarudin belum menjelaskan siapa saja tokoh agama yang akan diundang dalam pertemuan tersebut.































