Iran Bantah Ajukan Negosiasi dengan AS untuk Akhiri Perang
News
05 March 2026 07:45

Patrick Sykes - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintah Iran membantah keras laporan yang menyebutkan bahwa Kementerian Intelijen mereka telah menghubungi Amerika Serikat (AS) untuk merundingkan penghentian perang di Timur Tengah.
Sebelumnya, The New York Times mengabarkan bahwa sejumlah agen Iran menghubungi CIA secara tidak langsung pada hari Minggu guna membahas syarat-syarat penghentian konflik. Namun, laporan tersebut segera ditepis. "Itu adalah murni kebohongan dan perang psikologis," lapor kantor berita semi-pemerintah, Tasnim, mengutip sumber dari kementerian terkait.
Harga minyak sempat naik tipis menyusul bantahan tersebut, meskipun penguatan itu segera berbalik arah. Para pelaku pasar kini lebih fokus pada rencana AS untuk mengerahkan angkatan lautnya guna mengawal kapal-kapal tanker melewati Selat Hormuz.
Lalu lintas di titik nadi perdagangan dunia tersebut merosot tajam sejak perang pecah pada hari Sabtu, yang dipicu oleh serangan Israel dan AS ke Iran. Harga minyak mentah Brent terpantau turun 0,2% ke level US$81,24 per barel pada pukul 15.00 waktu London. Secara terbuka, baik Iran maupun AS telah bersumpah untuk terus melanjutkan pertempuran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.




























