Logo Bloomberg Technoz

Penangkapan Maduro Rusak Keseimbangan Pasar, Saham Migas Memanas

Muhammad Julian Fadli
05 January 2026 11:16

Pompa minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) di Danau Maracaibo di Cabimas, negara bagian Zulia, Venezuela./Bloomberg-Gaby Oraa
Pompa minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) di Danau Maracaibo di Cabimas, negara bagian Zulia, Venezuela./Bloomberg-Gaby Oraa

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham energi melesat dan jadi pendorong IHSG, tersulut sentimen kecemasan pasar atas serangan AS yang digagas Donald Trump terhadap infrastruktur energi Venezuela, setelah operasi militer yang menyeret penangkapan dramatis Nicolas Maduro.

Harga minyak memanas bermula dari tersiarnya kabar serangan Amerika Serikat (AS) mengenai sebuah fasilitas di dalam teritori Venezuela. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam kampanye militer Washington.

Adapun ketidakstabilan ini bisa mengganggu kelangsungan negara Venezuela yang mulai menutup sumur-sumur minyak di tanah yang menyimpan cadangan minyak terbesar di dunia, seiring dengan blokade oleh pemerintahan Trump, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.


Kecemasan yang terjadi menyulut sentimen Bullish kepada saham energi, terutama saham migas yang bergerak di bisnis minyak mentah, termasuk bagi mereka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Saham BIPI Melesat Tersengat Maduro Effect (Bloomberg)

Terlebih, baik itu secara jangka pendek atau jangka panjang, sentimen tersebut berpotensi meningkatkan laju pendapatan Perusahaan emiten minyak.

Harga Saham Emiten Migas