Operasi AS di Venezuela, Dolar AS dan Pasar Keuangan Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 January 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dan istrinya Cilia Flores memang mengejutkan publik. Penangkapan yang terjadi dalam sebuah operasi militer pada dini hari Sabtu (3/1/2026) ini jadi satu peristiwa geopolitik cukup dramatis. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin (1947-1991), Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan menangkap seorang kepala negara, lalu membawanya ke dalam yurisdiksi hukum AS.
Namun, jika melihat aliansi geopolitik Venezuela selama ini yang dekat dengan Kuba, Rusia, China, dan aktor-aktor non-Barat lainnya, sebenarnya ini jadi tidak terlalu aneh. Apalagi, selama 2025 presiden AS Donald Trump kerap mengirim sinyal untuk melakukan invasi ke negara Amerika Latin ini.
Lantas, apa arti penangkapan Maduro bagi Venezuela, Amerika Latin, dan tatanan internasional secara luas, khususnya pasar keuangan?
Mengenal Chavismo
Untuk melihat secara utuh operasi AS terhadap Venezuela, kita perlu melihat ideologi yang menjadi motif, serta relasi geopolitik yang melatarbelakanginya. Jika kita tarik ke belakang, Venezuela sangat kental dengan gerakan politik Chavismo, gerakan yang lahir dari kepemimpinan Hugo Chávez, presiden Venezuela periode 1999-2013. Sebagai rezim politik dan proyek ideologis, Chavismo ini telah membentuk Venezuela selama lebih dari dua dekade.



























