Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Offshore Menguat Tipis Jelang BI Rate Pekan Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 February 2026 07:15

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Membuka pekan perdagangan yang pendek, nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), setelah dua hari kemarin bergerak stagnan dan sempat menyusut tipis. 

Hari ini (18/2/2026), rupiah dibanderol Rp16.864/US$ menguat 0,01% dalam pembukaan perdagangan offshore, selanjutnya rupiah melanjutkan penguatan tipisnya sebesar 0,08% menjadi Rp16.851/US$. 

Kemarin, indeks dolar AS sempat menguat 0,25% dan berada di level 97,155. Penguatan dolar tersebut terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih dibayangi volatilitas tinggi, khususnya setelah pergerakan saham-saham di Wall Street yang fluktuatif akibat kekhawatiran terhadap prospek kecerdasan buatan (AI).


Indeks acuan seperti S&P 500 ditutup mendatar dalam sesi yang bergerak naik-turun tajam, mencerminkan tarik-menarik antara optimisme pertumbuhan dan kekhawatiran valuasi sektor teknologi.

Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10Y bertahan di kisaran 4%, menandakan ekspektasi bahwa The Fed mungkin belum tergesa-gesa memangkas suku bunga. Sikap ini menjaga daya tarik dolar AS, sekaligus menahan ruang penguatan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.