Perubahan strategi kebijakan luar negeri AS dari keterlibatan diplomatik menjadi semakin koersif ini dapat memperkuat posisi tawar dolar AS.
Di pasar Asia, hawanya sudah terasa. Mata uang di pasar Asia yang sudah dibuka mayoritas berada di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,21%, yen Jepang terdepresiasi 0,21%, won Korea Selatan terpangkas 017%, dolar Singapura lesu 0,13%, dan offshore renminbi China lemah 0,09%.
Sementara dari zona hijau hanya ada baht Thailand menguat 0,14% dan dolar Hong Kong 0,01%.
Bagaimana nasib rupiah dalam perdagangan spot hari ini?
Secara teknikal nilai rupiah berisiko lanjut melemah, dibayangi sentimen yang menekan dari pasar global dan juga regional. Target pelemahan menuju level Rp16.740/US$ yang merupakan support pertama dengan support lanjutan di Rp16.780/US$.
Apabila kembali break kedua support tersebut, maka rupiah berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp16.800/US$ sebagai support terkuatnya.
Jika rupiah bisa menguat hari ini, maka resistance yang menarik dicermati ada di kisaran Rp16.700-16.650/US$ hingga Rp16.600/US$ yang merupakan potensialnya.
Pasar keuangan di kawasan Asia secara umum akan terdampak dengan adanya tambahan ketidakpastian global ini.
Akibatnya, mata uang negara berkembang akan diperdagangkan dengan risk premium atau kompensasi atas risiko ekstra yang lebih tinggi. Bahkan bagi negara dengan fundamental ekonomi yang relatif solid sekalipun, bisa jadi tidak sepenuhnya kebal dari tekanan eksternal semacam ini.
Bagi negara-negara di kawasan Asia, tantangan saat ini bukan hanya menjaga fundamental domestiknya tetap solid, tapi juga bagaimana mengelola volatilitas eksternal yang semakin sering muncul akibat dinamika geopolitik di luar kendali kawasan.
(riset/aji)




























