Logo Bloomberg Technoz

Manajemen Pertamina Drilling Perkuat HSSE di Rig Sangatta


(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Utama bersama Komisaris Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Rig PDSI#21.2/OW700-M yang beroperasi di wilayah kerja PEP Sangatta Field, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 15 Desember 2025.

Kunjungan manajemen ini merupakan bagian dari upaya penguatan langsung terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), sekaligus memastikan kinerja operasi pengeboran berjalan sesuai dengan standar keselamatan kerja dan keandalan aset perusahaan.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam seluruh aktivitas operasi. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur dan budaya saling mengingatkan di lingkungan kerja.

“Menjaga kesehatan dan keselamatan adalah fondasi utama kita. Kita sepakat bahwa kecelakaan kerja sebenarnya bisa dihindari, asalkan kita mau saling mengingatkan dan konsisten menjalankan prosedur,” ujar Avep saat berdialog dengan kru rig.

Avep juga menyoroti pentingnya keterbukaan dalam pelaporan near miss sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan kerja. Menurutnya, setiap potensi bahaya sekecil apa pun harus dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.

“Tidak usah ragu melaporkan near miss secara terbuka. Ini sejalan dengan arahan Direktur Utama Pertamina (Persero) Bapak Simon Aloysius Mantiri, bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Menjelang akhir tahun, Avep mengingatkan seluruh pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas-aktivitas kritikal serta memastikan pengawasan ekstra pada pekerjaan dengan risiko tinggi.

“Safe Man Hours yang sudah baik harus kita pertahankan. Perhatikan juga potensi kebakaran camp agar tidak terulang. Jarak rumah sakit memang dekat, hanya 13 menit, tetapi pelatihan CPR tetap penting untuk menyelamatkan golden moment di awal kejadian,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Drilling, Gema Iriandus Pahalawan, menekankan pentingnya menjaga asset integrity untuk mencegah terulangnya kejadian besar di industri migas, seperti rig roboh maupun blow out.

“Asset integrity harus diyakinkan. Setiap kejadian sebelumnya harus menjadi pembelajaran agar tidak muncul mature hazard di kemudian hari,” kata Gema.

Ia juga mengingatkan agar para pimpinan di lapangan tidak hanya melakukan pengawasan dari kantor, tetapi aktif turun langsung ke area kerja.

“Leader harus berjalan, melihat langsung, dan terus mengingatkan soal safety. Pegang prinsip dasar 10 CLSR dan PIP—apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jika melihat kondisi tidak aman, silakan lakukan Stop Work Authority,” tegasnya.

Field Manager Sangatta, Cahyo Nugroho, turut menyampaikan apresiasi atas kinerja kru rig yang dinilainya sangat baik, khususnya dalam menjaga aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

“Kru Rig 21.2 luar biasa, Safe Man Hours sudah mencapai lima juta dan sangat cekatan menangani permasalahan. Aspek kesehatan juga menjadi perhatian, karena kita ingin bekerja selamat dan kembali ke keluarga dengan selamat,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan MWT, General Manager Zona 9, Julfinson, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan penguatan yang diberikan oleh jajaran manajemen Pertamina Drilling.

“Terima kasih atas kunjungan dan penguatan yang diberikan, khususnya pada aspek HSSE dan operasi. Ini menjadi motivasi bagi seluruh tim di lapangan,” ungkapnya.

Melalui Management Walkthrough ini, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan operasi pengeboran yang aman, andal, dan berkelanjutan, sejalan dengan target kinerja perusahaan serta standar keselamatan industri migas nasional.