Logo Bloomberg Technoz

PHE Perkuat Ketahanan Energi Lewat Temuan Metulang Deep


dok. PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
dok. PT Pertamina Hulu Energi (PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi sebagai Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PT Pertamina Persero bersama Danantara Indonesia dalam meningkatkan investasi sektor energi di dalam negeri.

Komitmen tersebut kembali membuahkan hasil melalui keberhasilan afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam, yang menemukan sumber daya minyak dan gas bumi dari pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep 1x. Sumur ini berada di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur, yang dikenal sebagai salah satu area migas yang telah memasuki fase lapangan matang.

Penemuan ini menjadi sinyal positif di tengah tantangan eksplorasi migas nasional, terutama di wilayah yang secara historis telah lama berproduksi. Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan bahwa lapangan mature masih menyimpan potensi signifikan apabila dikelola dengan pendekatan teknologi dan geologi yang tepat.

Pengeboran sumur Metulang Deep 1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE. Strategi ini difokuskan sebagai quick win agar temuan eksplorasi dapat diproduksikan lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas produksi eksisting di sekitar lapangan migas yang sudah beroperasi.

Di tengah keterbatasan area kerja, PHM secara konsisten menjalankan eksplorasi dengan mengadopsi konsep eksplorasi baru dan pendekatan geologi terkini. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang masih tersisa di wilayah kerja South Mahakam.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dedikasi tim eksplorasi serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ia menilai penerapan konsep eksplorasi baru menjadi kunci dalam membuka potensi di area yang telah lama berproduksi.

"Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM. Diharapkan temuan sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional," ujar Muharram.

Eksplorasi Berkelanjutan di Lapangan Mature

Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tergolong tinggi. Dari jumlah tersebut, empat sumur berhasil mencatatkan temuan, termasuk sumur Metulang Deep 1x yang dinilai sebagai salah satu discovery signifikan.

Capaian ini memperlihatkan konsistensi PHM dalam menjaga keberlanjutan produksi melalui eksplorasi berkelanjutan. Di tengah tren penurunan alamiah produksi lapangan mature, strategi eksplorasi menjadi faktor krusial dalam menjaga keseimbangan produksi nasional.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, Sunaryanto, menegaskan bahwa eksplorasi memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa temuan Metulang Deep 1x akan segera ditindaklanjuti ke tahap pengembangan.

“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” ujarnya.

Sumur Metulang Deep 1x berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus lapisan Formasi Yakin. Namun, target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi di bawah permukaan.

Meski demikian, PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada lapisan yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence dan Sepinggan Deltaic Sequence. Kedua zona tersebut menunjukkan karakteristik reservoir yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil uji alir atau drill stem test pada zona Sepinggan Carbonate Sequence, terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir memiliki kemampuan produksi yang baik. Uji ini merupakan evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu 1x pada tahun 2022.

Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur Metulang Deep 1x mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari. Hasil ini memperkuat keyakinan bahwa lapangan mature masih menyimpan potensi signifikan.

Keberhasilan Metulang Deep 1x melengkapi serangkaian capaian eksplorasi Subholding Upstream Pertamina sepanjang 2025. Pada awal tahun yang sama, afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih, mencatat hasil luar biasa dari uji produksi sumur BNG 064.

Sumur BNG 064 yang berada di Blok D struktur Benuang Field Adera menghasilkan produksi minyak 1.400 barel per hari dan gas 4,51 juta kaki kubik standar per hari. Capaian ini melampaui target awal hingga 990 persen.

Pencapaian tersebut diikuti oleh penemuan sumur BNG 067 di Area North West Benuang yang juga mencatatkan produksi jauh di atas target. Selain itu, keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi onshore Jawa Barat EPN 002 turut memperkuat kinerja eksplorasi PHE sepanjang 2025.

Rangkaian keberhasilan ini melengkapi capaian eksplorasi tahun 2024, ketika PHE mencatatkan penemuan sumber daya gas bumi lebih dari 1,8 triliun kaki kubik di wilayah Sulawesi Tengah. Temuan tersebut berasal dari struktur Wolai East Wolai, Morea, dan Tedong.

Ke depan, PHE menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance. PHE juga menjalankan kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang terstandardisasi ISO 37001.

Melalui konsistensi eksplorasi, penerapan teknologi, serta tata kelola yang baik, PHE optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi nasional secara berkelanjutan.