Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, saham penambang perak yang tercatat di AS menguat seiring kenaikan harga logam mulia tersebut, melanjutkan reli pada Jumat akibat pasokan yang ketat. Saham penambang emas juga kompak menguat. Saham energi mencatat kenaikan tipis seiring harga minyak dunia naik setelah gangguan pada pipa penting di Kazakhstan.

Meski sentimen pasar pada Senin cenderung defensif, Wall Street tetap optimistis terhadap prospek saham AS. Strategis RBC Capital Markets yang dipimpin Lori Calvasina memperkirakan indeks S&P 500 bisa naik lebih dari 10% dalam setahun ke depan, menjadikannya bank Wall Street terbaru yang mengeluarkan proyeksi bullish.

Secara historis, pola musiman juga mendukung penguatan ekuitas. Sejak 1990, Desember menjadi bulan dengan imbal hasil rata-rata terbaik kedua bagi S&P 500, volatilitas terendah kedua, dan frekuensi kenaikan bulanan tertinggi, menurut Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA. Menariknya, indeks mid-cap dan small-cap cenderung unggul dibanding saham berkapitalisasi besar.

Perhatian pasar juga mulai mengarah pada perubahan kepemimpinan di Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), setelah Donald Trump — yang mendorong suku bunga lebih rendah — menyatakan telah memilih kandidat untuk gubernur berikutnya.

Di sisi korporasi, saham perusahaan vaksin melemah setelah William Blair menyoroti laporan memo dari pejabat senior FDA yang mengaitkan vaksin Covid-19 pada kelompok usia muda dengan kematian terkait myocarditis.

Saham Shopify Inc merosot 6% setelah analis Oppenheimer, Ken Wong, menyebut laju belanja di platform e-commerce tersebut melambat hingga Minggu selama periode Black Friday. Old Dominion Freight Line Inc justru menguat setelah BMO Capital Markets menaikkan rekomendasi saham perusahaan truk tersebut menjadi outperform dari market perform, menyebut perusahaan berpotensi “memberikan kinerja di atas ekspektasi” ketika siklus kargo membaik.

Adapun Barrick Mining Corp dikabarkan tengah mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) untuk aset emasnya di Amerika Utara, di tengah periode gejolak yang mencakup kendala operasional dan perubahan manajemen.

(bbn)

No more pages