Ini menyebabkan penggunaan energi fosil meningkat, termasuk batu bara. Ketika pembangkitan listrik dari energi angin dan matahari berkurang, biasanya batu bara akan mengambil peran.
Di Jerman, misalnya, energi fosil seperti batu bara masih menjadi opsi ketika terjadi penurunan kinerja pembangkit listrik energi baru-terbarukan. Apalagi Jerman sudah menutup pembangkit listrik energi nuklir pada 2023.
Analisis Teknikal
Bagaimana proyeksi harga batu bara untuk bulan ini? Apakah Desember harga akan naik lagi?
Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), batu bara terbenam di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 42. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Akan tetapi, indikator Stochastic RSI ada di 71. Menghuni area beli (long) yang sangat kuat.
Untuk perdagangan Desember, harga batu bara sepertinya bisa turun. Namun koreksi tersebut kemungkinan belum membawa harga ke bawah US$ 100/ton.
Target support terdekat ada di rentang US$ 109-106/ton. Apabila pivot point US$ 105/ton tertembus, maka bukan tidak mungkin harga akan terkoreksi lebih lanjut ke kisaran US$ 103-101/ton.
Namun kalau masih kuat menanjak, maka harga batu bara berpotensi menguji resisten US$ 113/ton. Penembusan di titik ini bisa mengangkat harga ke level US$ 122-142/ton.
(aji)





























