Logo Bloomberg Technoz

Sepanjang tahun ini, BI menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan dua mandatnya: stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan ini membuat keputusan suku bunga bulanan BI lebih sulit diprediksi dan seringkali mengejutkan pasar.

Rupiah ada di jalur pelemahan sejak Agustus hingga November ini. Bloomberg

Perry sebelumnya mengatakan bahwa BI tengah “berusaha sekuat tenaga” untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bersama dengan upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, setelah melakukan pemotongan suku bunga sebesar 125 bps sepanjang 2025 — termasuk tiga pemotongan berturut-turut dari Juli hingga September — mereka dihadapkan pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Dalam keputusan November pekan lalu, otoritas moneter mempertahankan suku bunga stabil untuk bulan kedua berturut-turut. Rapat kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 17 Desember.

Gubernur BI berjanji akan terus menerapkan langkah-langkah stabilisasi mata uang di tengah gejolak global, termasuk dengan melakukan intervensi di pasar domestik dan internasional.

Kekhawatiran tarif, ditambah dengan keraguan terhadap disiplin fiskal pemerintah dan pelonggaran suku bunga kebijakan, telah membuat rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia Tenggara tahun ini. Rupiah turun lebih dari 3%, sementara mata uang Malaysia dan Thailand menguat. Dana asing juga menjadi penjual bersih obligasi pemerintah Indonesia tahun ini, memperkuat tekanan penurunan pada mata uang.

Hingga kin, konsumen dan bisnis Indonesia hampir tidak merasakan manfaat dari kebijakan pelonggaran BI. Meskipun telah dilakukan pelonggaran agresif sejak September tahun lalu, dan suntikan dana tunai sebesar US$12 miliar oleh pemerintah, suku bunga pinjaman bank hampir tidak turun.

(bbn)

No more pages