Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Hijau Efek The Fed, IHSG Merah Sendirian

Muhammad Julian Fadli
28 November 2025 18:00

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada tutup perdagangan. IHSG merah sendirian saat mayoritas Bursa Asia tengah menguat. Sentimen tanda-tanda pemangkasan bunga acuan The Fed, jadi katalisnya.

Berseberangan jauh dengan Bursa Asia, IHSG justru ditutup melemah 0,43% atau kehilangan 37,15 poin ke posisi 8.508,7 pada perdagangan Jumat (28/11/2025).

Penutupan IHSG Sesi II pada Jumat 28 November 2025 (Bloomberg)

Transaksi terpantau cukup ramai dengan manuver jual diiringi panic selling, dengan intensitas nilai transaksi mencapai Rp20,37 triliun dan volume perdagangan sentuh 41,12 miliar saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 2,34 juta kali jual–beli.


Masih ada 282 saham yang menguat. Sedang sebanyak–banyaknya 370 saham melemah dan 159 saham lainnya tidak bergerak. Posisi terendah IHSG hari ini ada di 8.495,2 sedang tertingginya sempat di 8.572.

Sementara Bursa Saham Asia lainnya kompak menapaki jalur hijau. Pada pukul 17.00 WIB, KOSDAQ (Korea), Shenzhen Comp. (China), PSEI (Filipina), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), Shanghai Composite (China), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), TOPIX (Jepang), Taiwan TAIEX, CSI 300 (China), NIKKEI 225 (Tokyo), dan SENSEX (India) dengan keberhasilan kenaikan masing–masing mencapai 3,71%, 0,96%, 0,89%, 0,4%, 0,34%, 0,32%, 0,32%, 0,29%, 0,26%, 0,25%, dan 0,17%.