Habis Rekor IHSG Langsung Tekor, Gambaran Rapuhnya Indeks
Muhammad Julian Fadli
28 November 2025 14:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju gesit mencapai level di atas 8.600 baru–baru ini. Namun, manuver ini terbilang rapuh karena hanya ditopang oleh segelintir saham, tercermin dari lajunya hari ini yang kembali terpeleset ke level 8.500–an.
IHSG sepanjang tahun 2025 berjalan ditopang oleh dua saham sebagai motor utama, yakni saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Selama periode tersebut, saham DSSA menyumbang sekitar 280,88 poin setelah harga sahamnya melejit lebih dari 198% year–to–date. Sedang kontribusi DCII terhadap IHSG sebanyak 248,66 poin setelah terbang tinggi 481% ytd.
Sejatinya ada saham lain yang turut menjadi penopang IHSG, termasuk dari lingkaran saham konglomerat Prajogo Pangestu. Namun, kontribusinya tidak sesignifikan seperti saham DSSA dari Grup Sinarmas dan DCII milik Otto Toto Sugiri.
10 saham penopang IHSG sepanjang 2025, berdasarkan data Bloomberg 28 November 2025:
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang +280,88 poin
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang +248,66 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang +165,78 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang +121,36 poin
- Astra International (ASII) menyumbang +90,61 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang +74,52 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang +64,47 poin
- Chandra Daya Investasi (CDIA) menyumbang +52,79 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang +43,91 poin
- Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) menyumbang +41,54 poin

























