Penjualan tersebut berasal dari pelabuhan Pacific Northwest dan terminal US Gulf, kata mereka. Cofco tidak segera memberikan komentar atas permintaan tersebut.
Pembelian itu kembali membangkitkan optimisme pasar terkait perdagangan kedelai antara dua kekuatan pertanian tersebut. Hingga adanya kesepakatan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping bulan lalu, China menahan pembelian kedelai AS selama sebagian besar musim sebagai taktik negosiasi tarif. Langkah itu memukul petani Amerika yang sudah menghadapi tekanan inflasi dan tingginya biaya input pertanian.
“Ini adalah konfirmasi besar bahwa kesepakatan tersebut mulai dijalankan,” kata Carlos Salinas, direktur eksekutif wilayah Asia Timur di US Soybean Export Council. “Kami percaya ini akan terus berlangsung demi memenuhi komitmen tersebut.”
Namun, kedelai AS sudah lebih mahal dibandingkan Brasil menjelang potensi panen besar lainnya di Amerika Selatan. Asosiasi industri Abiove pada Selasa menaikkan proyeksi produksi kedelai Brasil untuk panen mendatang menjadi rekor baru 177,7 juta ton.
Harga kedelai Chicago bergerak fluktuatif pada Selasa, setelah reli hari Senin yang membawa harga ke level tertinggi dalam 17 bulan.
“Para trader saat ini mencermati ekspor dan kondisi cuaca tanam di Amerika Selatan,” kata analis Total Farm Marketing, Naomi Blohm.
Pembelian terbaru dari Beijing masih menyisakan banyak target yang harus dipenuhi dalam beberapa bulan mendatang, di saat stok global masih melimpah. Washington menyebut Beijing berkomitmen membeli 12 juta ton kedelai AS hingga akhir tahun ini, disusul 25 juta ton per tahun selama tiga tahun ke depan.
Sementara China belum mengonfirmasi secara spesifik komitmen pembelian tersebut, negara itu telah menurunkan tarif untuk komoditas itu dan mencabut larangan impor terhadap tiga eksportir AS, termasuk CHS Inc., sebagai bentuk balasan atas langkah serupa dari Amerika Serikat.
“Perhatian besar akan diarahkan pada apakah China terus mengamankan kedelai AS,” kata AgResource Co. dalam sebuah catatan, menambahkan bahwa kedelai AS dibeli pada harga premium dibandingkan kedelai Brasil.
“Intinya, China sebenarnya tidak ingin membeli kedelai AS, ini adalah tekanan politik dari pemerintahan Trump,” kata AgResource dalam catatan terpisah. Kendati begitu, perusahaan itu memperkirakan pembelian tambahan dari China akan diumumkan pada Rabu.
Kurt Haarmann, CEO Columbia Grain International, mengatakan pembelian tersebut merupakan kabar baik meskipun perusahaan mungkin perlu menyesuaikan alokasi logistik di tengah program jagung yang telah berjalan. “Setidaknya jika usaha ini kembali dan kami punya hasil panen, maka sisanya soal eksekusi,” katanya.
Sementara itu, potensi produksi rekor di Brasil tetap menjadi tantangan besar.
“Kami sudah berhadapan dengan produksi tahun depan yang tengah ditanam di Brasil,” kata Haarmann. “Saat panen itu mulai masuk pada akhir Maret, kita kembali pada lingkungan persaingan yang sangat ketat.”
Harga:
- Kontrak berjangka kedelai ditutup 0,3% lebih rendah pada USD 11,5350 per gantang di Chicago
- Gandum naik 0,1% ke USD 5,59 per gantang
- Jagung menguat 0,3% ke USD 4,4950 per gantang
(bbn)




























