Logo Bloomberg Technoz

Penguatan dolar AS terjadi akibat respons investor terhadap meningkatnya ketidakpastian terkait suku bunga acuan pada pertemuan Desember.

Pasar juga akan mencermati sejumlah komentar terbaru pejabat The Fed, Wakil Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Philip Jefferson mengatakan ia melihat risiko pelemahan pasar tenaga kerja semakin besar, tetapi menekankan pembuat kebijakan harus melaju perlahan. Di sisi lain, Deputi Gubernur The Fed Christopher Waller kembali menyuarakan dukungan untuk pemangkasan suku bunga pada Desember dengan alasan lemahnya kondisi ketenagakerjaan.

Strategi suku bunga dari Goldman Sachs Group Inc., Barclays Plc., dan Bank of America Corp. juga memproyeksikan rilis data ekonomi AS yang tertunda akibat penutupan pemerintah akan memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.

“Volatilitas suku bunga bisa kembali meningkat, terutama pada suku bunga USD, seiring berakhirnya penutupan pemerintahan AS dan potensi data ekonomi yang dapat mengejutkan ke dua arah,” papar analis Subadra Rajappa dari Societe Generale dalam sebuah catatan riset, mengutip Bloomberg.

Analisis Teknikal

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan, setelah kemarin menembus support pertamanya.

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 18 November 2025 (Sumber: Bloomberg)

Adapun rupiah berpotensi lanjut melemah menuju area Rp16.750-Rp16.780/US$. Trendline channel sebelumnya sempat tertembus menjadi support terkuat rupiah saat ini menjadi level resistance terdekat pada Rp16.700/US$.

Apabila pelemahan kembali berlanjut dengan tekanan yang tinggi, ada trendline garis biru pada level Rp16.800/US$ akan jadi support paling kuatnya dalam time frame daily.

(fad/aji)

No more pages