Sedang di pasar surat utang, yield dan harga Surat Utang Negara melaju stabil sepanjang hari, tenor 1Y terpantau turun yield–nya hingga 9,8 bps, lalu tenor 5Y melemah 0,8 bps, dengan tenor 12Y yang juga mengalami penurunan 1 bps.
Adapun tenor 2Y mencatat penguatan 1,2 bps yield–nya, bersama tenor 6Y melejit 20,4 bps dan tenor 1Y bertambah 0,8 bps, dengan tenor 20Y naik 1,6 bps.
Lanskap pasar saat ini cenderung wait and see memasuki pekan yang padat dengan jadwal pertemuan penting, juga data–data ekonomi utama.
Sentimen risiko akan diuji pekan ini, dengan perhatian tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Desember nantinya.
“Ekspektasikan tekanan pada mata uang Asia pekan ini di tengah ketidakpastian terkait data AS dan perkembangan fiskal G10,” tulis analis Maybank dalam sebuah catatan, mengutip Bloomberg News.
Yang juga jadi perhatian pasar, analis Bloomberg Intelligence Chunyu Zhang dan Stephen Chiu menyebut, rupiah dapat tertinggal dibanding para pesaing regional dalam jangka pendek karena kecemasan fiskal dalam negeri Indonesia, dan masih lemahnya kepercayaan investor.
“Serta penyempitan selisih imbal hasil di tengah siklus pelonggaran Bank Indonesia.”
Namun, Bloomberg Intelligence menilai rupiah kecil kemungkinan kembali ke rekor terendah April lalu karena intervensi BI dan potensi pelemahan dolar hingga 2026. Ekspor nikel juga berpotensi menjadi penopang rupiah dalam jangka panjang.
“Fokus pasar sepenuhnya tertuju pada keputusan kebijakan Bank Indonesia minggu ini, di mana konsensus telah bergeser dari ekspektasi pemangkasan 25 bps menjadi mempertahankan suku bunga di 4,75%,” tulis Wee Khoon Chong, Senior APAC Market Strategist BNY, dalam sebuah catatan, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
Ia mempertahankan pandangan positif terhadap valuasi aset–aset Indonesia yang menarik, stabilisasi arus modal, momentum ekonomi yang solid, dan komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran tetap terkendali.
Sebagai catatan, Bank Indonesia akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada Rabu, usai pertemuan dua hari 18–19 November 2025.
(fad/wep)



























