Mata Uang Asia Kompak Berguguran, Rupiah Terseret ke Rp16.729/US$
Muhammad Julian Fadli
17 November 2025 18:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah ditutup melemah pada perdagangan pasar spot hari ini, Senin (17/11/2025), di tengah tekanan yang dialami oleh mata uang Asia ketika indeks dolar Amerika Serikat (AS) merangkak, jelang rilis berbagai data ekonomi penting, baik dari global maupun regional. Penantian dan sikap wait and see terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia juga membebani pergerakan pasar keuangan valuta.
Melansir Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,15% di level Rp16.729/US$ di pasar spot pada Senin. Rupiah melemah bersama mata uang Asia lain yang juga tertekan di zona merah.
Won Korea Selatan paling dalam jatuhnya dengan pelemahan nilai 0,63%, lalu ringgit Malaysia yang melemah 0,42%, disusul dolar Singapura 0,24%, yuan offshore 0,14%. Kemudian yen Jepang melemah 0,12%, dan yuan China 0,11%, baht Thailand 0,09%, dan dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,06%.
Indeks dolar AS optimis melaju dengan penguatan di level 99,366, menguat 0,08% pada perdagangan petang hari ini sehingga menekan pergerakan mata uang yang jadi tandingannya.
Pelemahan rupiah hari ini, yang terjadi sejak pagi tadi, berlangsung ketika reli kembali gencar berlangsung di pasar saham. IHSG berhasil mencatat rekor tertinggi sepanjang masa All Time High/ ATH dengan penguatannya lebih dari 0,55% di level 8.416,88.




























