Logo Bloomberg Technoz

Dari situ, mata uang Tanah Air berpotensi menguji resisten Rp 16.686/US$ yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di Rp 16.681/US$ bisa menjadi target selanjutnya.

Resisten lanjutan ada di kisaran Rp 16.641-16.584/US$.

Sementara kalau rupiah kembali melemah, maka target support terdekat adalah Rp 16.730/US$. Penembusan di titik ini berisiko membuat rupiah terperosok ke level Rp 16.744-16.765/US$.

Analisis Teknikal Rupiah 14 November 2025 (Sumber: Bloomberg)

Sentimen Penggerak Rupiah

Rupiah bisa mendapat angin segar dari dolar AS yang terjungkal. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) ditutup melemah 0,34% ke 99,159.

Dollar Index pun menyentuh titik terendah sejak 28 Oktober atau lebih dari dua pekan terakhir.

Dollar Index (Sumber: Bloomberg)

Sementara di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah belum banyak bergerak. Pada pukul 07:08 WIB, rupiah untuk tenor satu bulan dibanderol Rp 16.723/US$. Setidaknya sedikit lebih kuat ketimbang penutupan pasar spot kemarin.

Optimisme mulai muncul setelah pemerintahan AS kembali dibuka. Shutdown selama lebih dari 40 hari resmi berakhir ketika Presiden Donald Trump meneken beleid anggaran.

Pemerintahan yang kembali beroperasi membuka jalan bagi berbagai rilis data ekonomi yang sempat hilang selama shutdown. Namun beberapa data untuk periode Oktober sepertinya memang sudah hilang, karena lembaga pemerintah tidak bisa melakukan pengumpulan.

Perkembangan ini membuat investor rasanya mulai berani masuk ke aset-aset berisiko di negara berkembang. Oleh karenanya, ada harapan rupiah akan berada di atas angin.

(aji)

No more pages