Bursa Saham Asia Siap-siap Mengekor Guncangan Wall Street
News
14 November 2025 06:30

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan melemah mengikuti jejak Wall Street pada Jumat (14/11/2025). Pasalnya, optimisme pembukaan kembali pemerintahan AS diredam oleh ketidakpastian suku bunga dan valuasi saham.
Indeks saham Jepang, Australia, dan Hong Kong semuanya anjlok pada awal perdagangan Asia. S&P 500 ditutup melemah 1,7%, sementara Nasdaq 100 turun 2,1% pada sesi Kamis. Aksi jual besar-besaran menghapus 2,7% dari indeks perusahaan-perusahaan megacap, sementara indeks acuan Russell 2000 untuk perusahaan-perusahaan kecil amblas 2,8% pada perdagangan di New York.
Aset safe-haven tradisional hanya memberi sedikit kelonggaran. Dolar AS, emas, dan obligasi Treasury semuanya melemah pada Kamis, membuat imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik lima basis poin karena investor menganalisis pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) yang meragukan pemotongan suku bunga pada Desember. Bitcoin merosot ke bawah US$100.000 dan turun lebih dari 20% sejak awal Oktober.
Pergerakan ini menandai pukulan baru bagi sentimen risiko, yang ditandai dengan aksi jual besar-besaran pada saham-saham raksasa teknologi, sebagian akibat kekhawatiran valuasi. Sebaliknya, beberapa pengamat pasar menunjukkan adanya pergeseran ke saham-saham yang lebih defensif.































