Bursa Asia Bersiap Memerah, Tertekan Konflik Timteng yang Memanas
News
06 March 2026 06:40

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap menghadapi zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat (6/3) pagi. Sentimen negatif ini mengikuti jatuhnya pasar saham dan obligasi Amerika Serikat (AS), yang memperpanjang volatilitas pasar seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak dan dolar AS terpantau menguat.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Jepang, Australia, Hong Kong, dan Korea Selatan (Korse) semuanya diperdagangkan lebih rendah, mengekor penutupan negatif di Wall Street. Indeks S&P 500 turun 0,6%, di mana hampir seluruh sektor melemah kecuali energi, teknologi, dan konsumsi primer—sebuah indikasi bahwa investor masih mencoba mencari peluang di tengah kemuraman pasar. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 yang padat teknologi terkoreksi 0,3%.
Raksasa semikonduktor Nvidia Corp berhasil mencatat kenaikan tipis meskipun indeks saham cip secara keseluruhan anjlok 1,2%. Tekanan ini muncul menyusul laporan Bloomberg News bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan kebijakan izin khusus untuk penjualan cip kecerdasan buatan (AI).
Fokus pada sektor semikonduktor diprediksi akan mendominasi sesi perdagangan Asia hari ini, terutama di Korea Selatan. Saham-saham cip di kawasan ini sebelumnya sempat melonjak drastis berkat siklus investasi besar-besaran pada teknologi AI.





























