Berseberangan, saham–saham melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang drop 14,8%, saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) jatuh 14%, dan saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) ambles 10%.
Pada tutup perdagangan, sejumlah Bursa Saham Asia kompak menguat. i.a Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), PSEi (Filipina), TOPIX (Jepang), KOSPI (Korea), Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), FTSE Straits Times (Singapura), Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Tokyo), dan juga IHSG (Indonesia) yang masing–masing berhasil menguat 2,41%, 1,51%, 1,14%, 1,07%, 0,85%, 0,74%, 0,59%, 0,58%, 0,43%, dan 0,26%.
Adapun Bursa Asia berhasil melaju positif senada dari yang terjadi di Bursa Saham Amerika Serikat. Pada penutupan sebelumnya, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 finish di zona hijau bagi keduanya, dengan keberhasilan menguat 1,18% dan 0,2%.
Cerahnya IHSG dan Bursa Saham Asia tersulut euforia dari optimisme pemerintahan AS akan segera dibuka kembali menumbuhkan harapan data ekonomi penting—termasuk laporan ketenagakerjaan untuk September dan Oktober—akan segera dirilis.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, government shutdown AS yang memecahkan rekor mungkin akan tamat secepatnya pada Rabu/Kamis setelah Senat mengesahkan RUU anggaran sementara. Para ekonom bersiap menghadapi banjir data yang tertunda setelah lembaga-lembaga pemerintah dibuka kembali.
Dimulainya kembali rilis data ekonomi akan memperkuat spekulasi penurunan suku bunga The Fed. Sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg mengestimasikan para pejabat The Fed akan menurunkan biaya pinjaman sebesar seperempat poin pada pertemuan 9–10 Desember.
“Seiring fungsi pemerintahan kembali berjalan, kami proyeksikan pembacaan data ekonomi akan menjadi lebih jelas — ini merupakan langkah penting untuk menilai kekuatan fundamental aktivitas ekonomi AS,” papar Rajeev De Mello, Manajer Portofolio Global dari Gama Asset Management, mengutip Bloomberg.
“Posisi investor kini mulai menyesuaikan diri dengan sejumlah faktor yang mendukung pasar.”
(fad/wep)































