Logo Bloomberg Technoz

Sedangkan bom rakitan lainnya berupa bom pipa yang memiliki cara picu dengan membakar sumbuh pada rangkaian bom tersebut. Setidaknya, polisi menemukan empat bom rakitan jenis ini saat menggeledah barang milik terduga pelaku di TKP Taman Baca. Bom tersebut menggunakan pipa besi berukuran 20 cm dan kemasan minuman soda berbahan kaleng.

"Dua bom [rakitan di Taman Baca] meledak tidak sempurna. Hanya bagian tutupnya saja," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri, Komisaris Besar (Kombes) Ari Kurniawan Jati mengatakan bahan peledak yang ditemukan pada seluruh TKP merupakan bahan ledak dengan kekuatan rendah atau low explosive. Selain itu, Puslabfor juga mendapatkan bahan peledak yang sama di kediaman terduga pelaku ledakan tersebut.

“Kita juga melakukan pemeriksaan di rumah ABH. di sana kita mendapatkan bahan bahan peledak yang memiliki kekuatan ledak rendah atau low eksplosif,” kata dia.

“Dengan kata lain bahwa bahan yang ada di TKP 1 di dalam masjid, maupun di TKP 2 di samping bank sampah itu ada kesesuaian dengan bahan bahan yang ada di rumah ABH [anak berhadapan dengan hukum]."

Sekadar catatan, Kepolisian mengonfirmasi terduga pelaku ledakan di sekolah dan masjid SMAN 72 Kelapa Gading adalah anak laki-laki berusia 17 tahun yang juga merupakan siswa di sekolah yang berada di kompleks Kodamar TNI AL tersebut.

Hingga saat ini, polisi baru mengidentifikasi satu terduga pelaku dalam peristiwa ledakan tersebut. Namun, polisi terus melakukan penyisiran untuk mencari kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Menurutnya, saat ini tim sedang bekerja melakukan pendalaman sebelum mengumumkan jumlah resmi terduga pelaku.

(azr/frg)

No more pages