Logo Bloomberg Technoz

Shutdown AS Bisa Diakhiri, Rupiah Bisa Bertaji

Muhammad Julian Fadli
11 November 2025 07:56

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan spot hari ini, Selasa (11/11/2025), didukung oleh sentimen global yang positif menyusul rancangan Senat AS untuk menyudahi penutupan pemerintah (government shutdown).

Selain itu, keyakinan bahwa The Fed, Bank Sentral AS, akan kembali memangkas bunga acuan sejurus dengan sinyal kelesuan yang mulai tercium, mengantarkan pamor aset–aset emerging market semakin tinggi.

Tadi malam, Rancangan Undang–undang pendanaan sementara yang akan menuntaskan penutupan pemerintahan berada di jalur untuk disahkan di Senat.


Sinyal dari pasar offshore memperkuat sentimen tersebut di mana rupiah NDF-1M pagi ini berhasil menguat di rentang Rp16.678/US$ dengan terapresiasi positif 0,17% point–to–point.

Pelemahan indeks dolar AS yang tadi malam ditutup turun 0,01% dan sekaligus melanjutkan tren turun selama empat hari berturut–turut, mengantarkan pelemahan di 99,589, menunjang ruang penguatan bagi rupiah spot pagi ini.