Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea pun menambahkan Marsinah menjadi implementasi keberanian pekerja untuk menyuarakan hak.
"Itu [Marsinah] menjadi contoh buat kami, kan zaman dulu kan nggak sebebas saat ini. Kalau sekarang saya, teriak-teriak dengan berani karena situasi juga sudah berbeda. Dan beliau [Marsinah] berani menyatakan niat perjuangan di dalam situasi yang sangat sulit," sebutnya.
Andi menyebut rencana pembuatan museum Marsinah. Meski baru sebatas perbincangan di kalangan buruh saja, Andi menuturkan museum itu akan bercerita mengenai perjalanan hingga cerita perjuangan Marsinah yang belum terungkap.
"Kita ada rencana membuat museum Ibu Marsinah di lokasi di rumah neneknya, untuk bisa mengenang jasa-jasa beliau. Bagaimana perjalanannya, ada banyak cerita-cerita yang belum terungkap. Pada saat beliau berjuang. Bagaimana menghadapi tekanan," ungkapnya.
"Dengan gelar pahlawan nasional tentu menjadi dorongan buat pemerintah untuk bisa membuka hal [pembunuhan Marsinah] ini dengan terang benderang. Tapi memang kita tidak menuduh siapapun dalam hal ini karena kita menghargai putusan hakim pada waktu itu. Tapi memang sudah menjadi sebuah kewajiban untuk kita semua membuka hal-hal yang waktu itu belum terbuka," pungkasnya.
(ain)





























