Kemarin, Dollar Index ditutup melemah 0,51% ke 99.695. Dollar Index pun genap turun dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, terjadi koreksi 0,53%.
Namun kini dolar AS mulai perlahan bangkit. Kebangkitan ini yang kemudian menekan mata uang Asia, termasuk rupiah.
Sentimen di pasar sedikit memburuk. Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,6% dan kemungkinan bakal mencatat koreksi mingguan pertama dalam 3 pekan terakhir.
Di Wall Street, indeks S&P 500 anjlok 1,12% pada penutupan dini hari tadi waktu Indonesia. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite jatuh 0,84% dan 1,9%.
Artinya, pelaku pasar memang sedang risk-off, cenderung menghindari aset-aset berisiko termasuk di negara berkembang. Akibatnya, rupiah dan mata uang Asia lainnya mengalami tekanan.
(aji)































