Logo Bloomberg Technoz

“Kami mempercepat perlindungan sosial dan bantuan keuangan bagi keluarga serta sektor yang terdampak bencana baru-baru ini,” ujar Menteri Perencanaan Ekonomi Arsenio Balisacan dalam konferensi pers di Manila. “Pemerintah kini memiliki kewenangan untuk mengakses dana darurat dan mengerahkan sumber daya nasional maupun lokal.”

Filipina juga harus menghadapi dampak tarif ekspor ke Amerika Serikat sebesar 19% yang mulai berlaku pada Agustus, sementara hasil pertanian juga menurun pada kuartal lalu akibat serangkaian topan yang melanda negara rentan iklim tersebut.

Meski demikian, skala perlambatan ini mengejutkan, mengingat kinerja ekonomi negara-negara tetangga yang justru menguat. Taiwan pekan lalu melaporkan pertumbuhan kuartal ketiga yang melampaui perkiraan, sementara Malaysia dan Vietnam juga mencatat ekspansi yang lebih kuat dari ekspektasi.

Data ekonomi yang melemah ini dapat memperkuat pandangan bank sentral bahwa diperlukan lebih banyak pemangkasan suku bunga untuk menopang pertumbuhan. Otoritas moneter sebelumnya telah memperingatkan risiko perlambatan ekonomi akibat persoalan tata kelola dalam negeri dan ketidakpastian eksternal.

“Kami berkomitmen membangun kembali kepercayaan investasi dengan memastikan setiap peso uang rakyat digunakan secara bijak dan efisien,” ujar Balisacan.

(bbn)

No more pages