Dolar AS memang sedang digdaya. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,33% ke 100,21.
Ini menjadi kali pertama Dollar Index menyentuh level 100 sejak Mei.
Dolar AS mendapat angin segar dari hasil rapat bank sentral Federal Reserve pekan lalu. Dalam konferensi pers usai rapat, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga acuan bulan depan masih jauh dari kata sepakat.
Mengutip CME FedWatch, peluang pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat Desember adalah 69%. Sementara probabilitas suku bunga ditahan adalah 31%.
Suku bunga yang mungkin tidak turun membuat dolar AS dalam posisi yang diuntungkan. Ini membuat nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam terus menanjak.
“Lautan merah membentang di seluruh pasar. Ini mencerminkan risiko dan psikologis pasar yang sedang turun,” sebut Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone Group, dalam catatannya.
(aji)






























