Logo Bloomberg Technoz

Siap-Siap, Rupiah Bisa Melemah Lagi Gegara Kode Hawkish The Fed

Muhammad Julian Fadli
04 November 2025 08:24

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS dan rupiah di pusat penukaran uang di Jakarta, Rabu (11/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS dan rupiah di pusat penukaran uang di Jakarta, Rabu (11/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Himpitan dan beban eksternal sepertinya belum akan surut menyulitkan laju rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (4/11/2025).

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) makin tak terbendung penguatannya pasca pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Fed, termasuk Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada minggu lalu.

Istilah hawkish, berada dari kata hawk (elang) digunakan untuk menyebut suatu kondisi ketika Bank Sentral mengirimkan sinyal melalui kebijakan suku bunga acuan yang lebih tinggi untuk meredam tingkat inflasi yang tinggi.

DXY Menguat (Bloomberg)

Indeks dolar AS kembali ditutup menguat 0,07% point–to–point di level 99,873, penguatan hari ke–empat beruntun sejauh ini dan menjadi level terkuat dalam empat bulan perdagangan, atau sejak 1 Agustus. Pagi ini DXY kembali menguat mencapai 0,11% menyentuh 99,982.

Sementara itu, tekanan di pasar Treasury, surat utang AS, masih berlanjut terutama untuk tenor pendek yang sangat sensitif terhadap arah kebijakan bunga acuan ke depan. Yield UST-2Y tengah ada di 3,601%, sedangkan yield tenor 5Y juga menguat ke 3,718%, juga senada dengan tenor 10Y menuju 4,107%.