Logo Bloomberg Technoz

DPR Kritik Kemenpar: Wisman RI Paling Buncit di ASEAN

Redaksi
17 June 2026 16:10

⁠Pakaian adat bali, ⁠kebaya, udeng, payas alit dan gaya rambut perempuan Bali (Envato)
⁠Pakaian adat bali, ⁠kebaya, udeng, payas alit dan gaya rambut perempuan Bali (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - DPR menyoroti kinerja sektor pariwisata Indonesia yang dinilai belum mampu menarik wisatawan mancanegara dalam jumlah besar. 

Dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mengkritik posisi Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dalam hal kunjungan wisatawan asing.

"Saudara Menteri, ini sangat bangga kalau kita nomor dua setelah Malaysia. Cuma ditopang oleh kunjungan wisata dalam negeri. Faktanya, kunjungan wisman ke Indonesia di negara ASEAN saja kita nomor lima loh, Bu, nomor lima. Paling buncit itu," kata Yoyok dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Kementerian Pariwisata, Rabu (17/6).


Menurut dia, capaian tersebut tidak sebanding dengan potensi wisata yang dimiliki Indonesia. Padahal Indonesia memiliki sejumlah destinasi unggulan yang telah dikenal di dunia seperti Bali, Raja Ampat, Labuan Bajo, Borobudur, hingga Lombok.

Yoyok menilai salah satu hambatan utama peningkatan kunjungan wisatawan asing adalah mahalnya biaya transportasi udara menuju destinasi wisata di Indonesia. Ia mencontohkan harga tiket penerbangan dari Singapura ke Bangkok yang dinilainya jauh lebih murah dibandingkan dengan perjalanan dari Jakarta ke Raja Ampat.