Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Rp17.738/US$ di Tengah Penantian Arah The Fed

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 June 2026 15:39

Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Rabu (17/6/2026) dengan pelemahan 0,2% ke Rp17.738/US$, di tengah penantian arah suku bunga acuan The Fed.

Tak hanya rupiah, sebagian besar mata uang kawasan bergerak di zona merah. Rupiah memimpin pelemahan 0,2%, diikuti oleh won Korea Selatan 0,17%, dan peso Filipina 0,08%. Sedangkan, rupee India, yen Jepang, dan dolar Singapura menguat. 

Mata uang kawasan, pada Rabu (17/6/2025). (Bloomberg)

Pelemahan mata uang Asia dipicu oleh ekspektasi pasar yang menantikan arah suku bunga acuan bank sentral AS. 


Mayoritas investor dan ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, di 3,75%. Namun, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menghadapi tantangan yang tak mudah di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan pelonggaran kebijakan, sementara inflasi masih menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. 

Investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sambil menunggu sinyal yang lebih jelas dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC), malam ini waktu Indonesia.