Logo Bloomberg Technoz

Anthropic Bisa Untung di Tengah Konflik dengan Pemerintahan Trump

Merinda Faradianti
17 June 2026 19:20

Web Project Glasswing milik Anthropic yang membahas tool Mythos. dok: Brendon Thorne/Bloomberg
Web Project Glasswing milik Anthropic yang membahas tool Mythos. dok: Brendon Thorne/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perseteruan terbaru antara perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Anthropic dan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya tidak memberikan dampak negatif terhadap bisnis perusahaan.

Sebaliknya, data menunjukkan kontroversi tersebut justru dapat memperkuat posisi Anthropic di pasar AI korporasi, dikutip dari laporan TechCrunch Rabu (17/6/2026) 

Data dari perusahaan teknologi finansial Ramp menunjukkan, adopsi layanan Anthropic oleh pelanggan bisnis terus meningkat meski perusahaan tengah berkonflik dengan pemerintah AS terkait pembatasan penggunaan model AI terbarunya.

Pemerintahan Trump sebelumnya memerintahkan Anthropic menghentikan akses internasional untuk model AI Claude Mythos 5 dan Claude Fable 5 setelah muncul kekhawatiran mengenai implikasi keamanan nasional dari teknologi tersebut.

Langkah itu memicu perdebatan antara perusahaan dan pemerintah mengenai sejauh mana pembatasan perlu diterapkan terhadap model AI canggih.

Meski demikian, data Ramp yang melacak pengeluaran AI lebih dari 70.000 perusahaan menunjukkan minat terhadap produk Anthropic tidak mengalami penurunan. Bahkan, pangsa langganan AI yang dibayarkan pelanggan bisnis kepada Anthropic meningkat menjadi 41% pada Mei 2026, naik 2,5 poin persentase dibanding bulan sebelumnya.

Angka tersebut membuat Anthropic menyalip OpenAI dengan penguasaan sekitar 39,5% pangsa langganan AI perusahaan pada periode yang sama.

Kepala Ekonom Ramp, Ara Kharazian mengatakan kontroversi yang melibatkan pemerintah justru dapat meningkatkan persepsi bahwa teknologi Anthropic berada di garis depan industri AI.

Kharazian menambahkan, pelanggan bisnis sering kali menganggap produk yang menjadi perhatian regulator sebagai teknologi yang memiliki kemampuan lebih maju dibanding pesaing.

Kharazian lantas mencatat bahwa salah satu periode pertumbuhan terbaik Anthropic sebelumnya terjadi ketika perusahaan sempat mendapat sorotan dari Departemen Pertahanan AS terkait risiko rantai pasok. Alih-alih menghambat pertumbuhan, perhatian tersebut justru diikuti peningkatan adopsi oleh pelanggan korporasi.

Pertumbuhan Anthropic juga didorong oleh meningkatnya penggunaan produk-produknya di lingkungan bisnis. Salah satu yang paling populer adalah Claude Code, layanan AI yang dirancang untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam menulis, menganalisis, dan memperbaiki kode program.

Selain pendapatan dari langganan, Anthropic juga memperoleh pemasukan besar dari penggunaan API, yaitu layanan yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan model AI Claude ke dalam aplikasi dan sistem internal mereka.

Kinerja bisnis Anthropic dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Pendapatan tahunan dilaporkan mencapai sekitar US$47 miliar, lompat tajam dibanding sekitar US$9 miliar pada akhir 2025.

Meski data bisnis menunjukkan tren positif, konflik dengan pemerintah AS tetap berpotensi menjadi faktor yang diperhatikan investor, terutama menjelang rencana penawaran saham perdana atau IPO yang tengah dipersiapkan perusahaan.