Draf MoU AS-Iran Bocor, Berikut 14 Poin Kesepakatannya
News
17 June 2026 05:40

Jonathan Tirone, Daniel Flatley dan Josh Wingrove - Bloomberg News
Bloomberg, Iran diperkirakan menerima berbagai insentif finansial skala besar sebagai bagian dari kesepakatan damainya dengan Amerika Serikat (AS). Insentif tersebut mencakup hak untuk segera menjual minyak mentah, akses ke dana pembangunan senilai US$300 miliar (sekitar Rp5.328 triliun), hingga pencairan aset-asetnya yang selama ini dibekukan, menurut draf final perjanjian tersebut yang salinannya diperoleh Bloomberg News.
Meskipun poin-poin garis besar nota kesepahaman (MoU) ini telah beredar selama beberapa hari, dokumen terbaru ini menyajikan rincian paling lengkap mengenai keuntungan ekonomi yang akan didapatkan Teheran. Imbalan ini diberikan sebagai kompensasi atas kesediaan Iran membuka kembali blokade Selat Hormuz dan menegaskan kembali komitmennya untuk tidak pernah membuat senjata nuklir.
Kedua belah pihak telah menyetujui draf ini pada hari Minggu lalu dan dijadwalkan melakukan penandatanganan fisik secara resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss. Langkah ini akan membuka jalan bagi perundingan lanjutan selama 60 hari yang bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen serta menetapkan batasan baru yang ketat pada program nuklir Iran. Meski belum dirilis secara resmi, seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa AS sudah mulai membagikan salinan draf tersebut kepada negara-negara sekutu di KTT G-7 Prancis.
Namun, sumber lain menyebutkan bahwa detail teknis dari dokumen ini masih terus digodok. Hal ini mengindikasikan bahwa pilihan kata atau klausul yang presisi masih bisa berubah sebelum upacara penandatanganan hari Jumat mendatang.




























