Pernyataan Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, yang bilang kecemasannya terhadap inflasi dan masih belum memutuskan terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember, jadi sentimen utama.
Sementara itu, Gubernur Lisa Cook menilai terdapat risiko pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja, juga tidak akan terburu memangkas bunga acuan melihat kondisi ekonomi AS saat ini, pejabat Bank Sentral paling berpengaruh itu tidak secara tegas mendukung adanya pemangkasan suku bunga tambahan pada bulan depan.
Melansir CME FedWatch, ekspektasi akan penurunan bunga The Fed pada FOMC bulan depan probabilitasnya saat ini tinggal 65,3%. Pagi hari ini pasar mulai bergerak memprediksi Fed Fund Rate mungkin akan ditahan pada pertemuan The Fed bulan Desember.
Lanskap itu akan merugikan aset–aset keuangan negara berkembang. Rupiah forwards langsung ditutup melemah tajam di pasar New York, hingga ambles 0,28% ke level Rp16.692/US$. Pagi ini pada pembukaan pasar Asia, rupiah forwards masih lemah di rentang Rp16.722/US$.
Itu menjadi sinyal kuat akan ada tekanan besar di pasar spot hari ini bagi rupiah yang kemarin juga sudah melemah di Rp15.855/US$.
Rupiah berpotensi menjebol level support psikologis di Rp16.657/US$ tertekan aksi jual yang kemungkinan akan berlanjut di pasar spot yang masih 'terpanggang' arus jual.
Pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember, setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan pesan yang lebih hawkish dari prediksi dalam pertemuan minggu lalu. Selain itu, minimnya data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan federal AS juga membuat gambaran ekonomi jadi kurang jelas.
Jayati Bharadwaj dari TD Securities menyatakan dirinya akan tetap bersikap bullish terhadap dolar AS dalam beberapa minggu ke depan, karena fokus pasar masih tertuju pada kondisi ekonomi di berbagai negara lain, melansir Bloomberg News.
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melemah menuju area Rp16.680–Rp16.700/US$, dengan support terkuat rupiah ada di Rp16.740/US$.
Sementara trendline terdekat pada time frame daily menjadi resistance potensial di level Rp16.640/US$. Kemudian, target penguatan optimis lanjutan untuk dapat kembali menguat ke level Rp16.600/US$.
Selama rupiah bertengger di atas Rp16.700/US$ usai tertekan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah dalam tren jangka menengah rupiah berpotensi melemah ke Rp16.800/US$.
Sebaliknya, apabila terjadi penguatan hingga Rp16.600/US$, secara teknikal rupiah berpotensi menguat hingga Rp16.550/US$ sampai dengan Rp16.500/US$.
(fad/aji)





























