
Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeda perdagangan hari ini, Rabu (17/6/2026), berbalik arah jadi turun 0,84% ke posisi 6.202. Pelemahan IHSG datang usai rupiah terdepresiasi ke Rp17.750/US$, seiringan dengan saham–saham big caps yang turun amat dalam.
Jelang penutupan perdagangan Sesi I, IHSG berangsur–angsur terpeleset hingga melemah. Adapun rentang perdagangan terjadi di 6.377 hingga terdalamnya menyentuh 6.200.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp16,31 triliun dari sejumlah 22,06 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi 1,57 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan di 275 saham, 394 saham melemah, dan sisanya 144 saham stagnan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar, saham–saham big caps, menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hingga siang ini. Saham–saham perindustrian, saham energi, dan saham transportasi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing terpangkas 2,14%, 1,97% dan 1,44%.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg:
- PT Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 16,69 poin
- PT Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 6,29 poin
- PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 5,05 poin
- PT Barito Pacific (BRPT) mengurangi 4,52 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 4,43 poin
- PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 3,25 poin
- PT Astra International (ASII) mengurangi 2,8 poin
- PT Impack Pratama Industri (IMPC) mengurangi 2,58 poin
- PT Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 2,49 poin
- PT Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 2,44 poin






























