Bursa Asia Bersiap Koreksi, Investor Fokus pada Rapat The Fed
News
17 June 2026 06:00

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia tampaknya bersiap mengakhiri tren penguatan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini mengekor kejatuhan Wall Street setelah para investor mulai mengalihkan dana mereka keluar dari saham-saham sektor teknologi, sekaligus bersiap menghadapi keputusan kebijakan moneter pertama Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan gubernur baru, Kevin Warsh.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Jepang, Korea Selatan, dan Australia menunjukkan indikasi memerah saat pembukaan pasar, sementara kontrak untuk Hong Kong bergerak naik tipis. Aksi ambil untung pada saham-saham produsen cip setelah reli tajam sebelumnya menjadi beban bagi bursa saham AS, sehingga menyeret indeks S&P 500 ke zona merah dan membuat Nasdaq 100 ambles hampir 2%.
Di sisi lain, SpaceX melanjutkan lonjakan setelah IPO dengan melesat hampir 50%. Catatan ini membuat perusahaan milik Elon Musk tersebut menyalip Amazon.com Inc untuk menjadi perusahaan terbesar kelima di dunia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar.
Di pasar komoditas, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak stabil pada Rabu pagi, setelah pada sesi sebelumnya anjlok sekitar 6% ke kisaran US$76 per barel. Di tengah persiapan AS dan Iran untuk menandatangani pakta damai sementara secara fisik pada hari Jumat pekan ini, para pelaku pasar kini mencari petunjuk dari otoritas berwenang mengenai dampak perang tersebut terhadap perekonomian.



























