Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Bangkit Berkat Sederet Kebijakan Ini

Redaksi
17 June 2026 10:38

Ini Deretan Kebijakan RI Pro Pasar (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ini Deretan Kebijakan RI Pro Pasar (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mencatat penguatan sebesar 1,2% dalam lima hari terakhir, dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia, setelah peso Filipina.

Penguatan rupiah dan mata uang kawasan tertopang oleh meredanya konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah mencapai kesepakatan sementara dan akan membuka kembali Selat Hormuz, sehingga menurunkan premi risiko energi dan mendorong minat investor kembali ke aset negara berkembang. 

Namun, penguatan rupiah tidak sekadar ditopang oleh faktor eksternal. Di balik stabilitas yang terlihat dalam beberapa hari terakhir, terdapat peran aktif otoritas moneter dan fiskal dalam meredam tekanan terhadap mata uang Garuda. 


Pertama, Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Setelah menempuh upaya intervensi di pasar valas, pasar obligasi, serta instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), BI menaikkan suku bunga secara preemtif dengan total 75 basis poin (bps) selama satu bulan terakhir. 

Selisih imbal hasil yang lebih kompetitif membantu menahan arus keluar modal dan setidaknya memberi investor insentif untuk kembali masuk ke pasar keuangan domestik.