PM Thailand Minta Maaf soal Komentar Konflik dengan Kamboja
News
03 November 2025 14:40

Patpicha Tanakasempipat - Bloomberg News
Bloomberg, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya terkait konflik perbatasan dengan Kamboja. Ia menegaskan bahwa Thailand tidak akan mengalah dalam sengketa tersebut, menyoroti sensitivitas tinggi terhadap isu yang pernah menyebabkan pendahulunya lengser dari jabatan.
Dalam pertemuan para pemimpin negara Asia Tenggara pekan lalu, Anutin berbicara kepada wartawan Thailand mengenai klaim wilayah yang tumpang tindih antara Thailand dan Kamboja. Ia mengatakan bahwa kedua negara telah “saling melanggar wilayah satu sama lain”. Pernyataan itu memicu kritik di media sosial, dengan sejumlah pengguna meminta klarifikasi atas maksud ucapannya terkait peran Thailand.
Anutin kemudian meminta maaf atas apa yang disebutnya sebagai kesalahpahaman komunikasi setelah tiba kembali di Thailand, Sabtu malam.
“Saya menyalahkan diri sendiri atas kegagalan dalam menyampaikan pesan dengan baik, dan saya akan berhati-hati agar hal itu tidak terulang lagi,” ujar Anutin kepada wartawan di bandara. “Saya mohon maaf karena membuat banyak orang curiga, namun saya tegaskan bahwa tidak ada kemungkinan Thailand akan kehilangan wilayah, kedaulatan, kehormatan, atau martabatnya.”
































