Dia mengatakan kementeriannya bakal mengirim tim ke Brasil untuk menindaklanjuti sejumlah nota kesepahaman atau Mou kerja sama terkait dengan pengembangan bioetanol tersebut.
“Tim saya akan kirim ke Brasil untuk bertukar pandangan dengan beberapa pakarnya di sana mereka juga akan ke sini,” tuturnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) dan perusahaan migas Brasil, Fluxus meneken MoU kerja sama pada pertemuan bilateral kemarin di Istana Negara, Kamis (23/10/2025).
Penandatangan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
“Sekarang mandatori di negara mereka E30 sudah ada juga yang E100 di beberapa negara bagian. Itu kita akan kolaborasi, kita akan cek kesana,” kata Bahlil.
Selepas seremoni MoU itu, Chief Investment Officer (CEO) BPI Danantara Pandu Sjahrir membenarkan Pertamina akan mengembangkan bensin etanol dengan Fluxus. Akan tetapi, dia belum dapat mengungkapkan perincian kerja sama tersebut.
“Jadi energi itu renewable, terus sektor pangan, dan sektor pembangkit tenaga listrik, dan Pertamina itu soal sustainable fuel,” kata Pandu.
“[Pengembangan etanol] kurang lebih begitu,” tegas dia.
Bahan Baku
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Indonesia akan melakukan kerja sama dengan Brasil untuk menyiapkan bahan baku bioetanol, dalam rangka mempersiapkan mandatori E10 yang ditarget berlaku 2027.
Amran menjelaskan Indonesia akan meminta Brasil membantu penanaman bahan baku etanol yakni ubi dan tebu. Selain itu, Brasil akan menjadi mitra Indonesia dalam proyek pembangunan pengolahan bioetanol.
“Kita rencananya mau, perintah Bapak Presiden menanam ubi, itu rencana kita; dan pengembangan tebu,” kata Amran kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (23/10/2025).
“Rencana [dengan Brasil] penanaman [bahan baku bioetanol] dan pabrik [bioetanol]. Iya, [akan ada] transfer teknologi,” tegas dia.
(naw)































