"Kalau itu sudah optimal, baru saya naikin. Kalau saya naikin, nanti makin banyak bocornya. Jadi kita akan lihat ke depan seperti apa," tuturnya.
Belakangan, Purbaya juga memastikan segala kebocoran tersebut saat ini tengah dibahas oleh pemerintah. Namun, dia belum bisa memastikan hitung-hitungan jelas jika upaya tersebut akan turut membantu harapan APBN tanpa defisit.
Hal yang pasti, kata dia, jika permasalahan tersebut dapat terselesaikan, pemerintah ke depan akan serius dan membuat peta jalan dalam upaya mencapai pengelolaan anggaran negara tanpa utang.
"Begitu clear, saya buat peta jalan, Bukan saya, pemerintah akan buat peta jalan, dan ke depannya akan kelihatan clear-nya seperti apa," jelasnya dalam wawancara dengan Bloomberg Technoz, akhir September lalu.
Dalam pertemuan tersebut, setidaknya terdapat 12 perwakilan find manager yang menemui Purbaya itu. Mereka berasal dari Ashmore Asset Management; BNI Asset Management; Allianz Global Investors Aset Management; hingga Schroders Investment Management.
Secara terperinci berdasarkan informasi yang dihimpun, ini daftar lengkapnya:
1. Fidelity Management Research - Christopher Bartoli
2. Capital Research Global - Chau Nguyen
3. CLSA Indonesia - Daniel Oen
4. CLSA Indonesia - Novita Tjia
5. CLSA Indonesia - Sarina Lesmina
6. PT Schroders Investment Management - Aditya Sutandhi
7. Ashmore Asset Management - Kemal Razindyaswara
8. Eastspring Investments - Linda Lauwira
9. Batavia Prosperindo Aset Manajemen - Sonny John
10. Allianz Global Investors Aset Manajemen - Octavius Prakarsa
11. BRI Manajemen Investasi - Herman Tjahjadi
12. BNI Asset Management - Marlina Tri Maharani
Hingga 31 September 2025, pemerintah sebelumnya juga telah melaporkan defisit APBN tercatat telah mencapai Rp371,5 triliun tau 1,56% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini terbilang masih dalam batas aman angka defisit yang dipatok pemerintah sebesar 2,78%.
(lav)




























