Terkait dengan hal tersebut, Tri menjelaskan hasil investigasi yang dilakukan dapat dijadikan landasan pemberian sanksi terhadap Freeport; baik berupa penghentian operasional tambang sementara maupun penghentian secara permanen.
Bagaimanapun, Tri menegaskan hal tersebut masih merupakan opsi belaka dan belum diputuskan oleh kementerian.
“Bisa penghentian sementara, bisa penghentian macam-macam lah,” ujar Tri.
Dalam kesempatan sebelumnya, Tri menyampaikan bahwa dari tujuh pekerja yang terjebak di area tambang Grasberg Block Cave, dua orang di antaranya berstatus warga negara asing.
Dia memerinci, salah satunya merupakan pekerja asal Cile, sementara seorang lainnya berasal dari Afrika Selatan. Adapun, lima pekerja lainnya dipastikan merupakan tenaga kerja Indonesia.
Tri menambahkan, akibat insiden luncuran material tersebut, kegiatan operasional tambang GBC untuk sementara dihentikan. Kondisi ini membuat kapasitas produksi Freeport turun menjadi sekitar 30% dari kemampuan normal.
Untuk diketahui, sebanyak 7 pekerja terjebak di tambang bawah tanah setelah insiden longsor material basah di area Grasberg Block Cave, Senin (12/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIT.
Tim penyelamat Freeport masih terus mencari lima pekerja yang terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave setelah menemukan 2 pekerja dalam kondisi meninggal dunia akhir pekan lalu.
Berdasarkan hasil identifikasi tim medis bersama pihak kepolisian, kedua pekerja yang ditemukan adalah Wigih Hartono dan Irawan, keduanya berprofesi sebagai teknisi listrik (electrician) dari PT Cita Contract.
“Pada 20 September 2025 pukul 08.45 WIT, tim penyelamat tambang bawah tanah telah menemukan dua rekan kerja kami yang terdampak insiden luncuran material basah di area Grasberg Block Cave. Namun, dengan sangat menyesal dan berduka kami sampaikan mereka telah meninggal dunia,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, dalam video yang diterima, Minggu (22/9/2025).
Tony menegaskan proses evakuasi tujuh pekerja di areal tambang bawah tanah tersebut terus dilanjutkan oleh tim penyelamat. Akan tetapi, dia mengakui proses penyelamatan tersebut penuh risiko dan memiliki tantangan yang besar.
Selain itu, Tony menyatakan perseroan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, dia menyatakan Freeport akan terus terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
“Tim penyelamat kerja tanpa henti membuka akses lokasi keberadaan dengan mengerahkan seluruh sumber daya, peralatan, dan keahlian yang kami miliki. Meski terus menghadapi tantangan yang sangat besar dan risiko keselamatan yang sangat tinggi,” ujar Tony.
(azr/wdh)



























