Indeks ini menguat usai lesu dua hari beruntun.
Dolar AS mendapat angin segar setelah pernyataan terbaru dari Jerome ‘Jay’ Powell, Gubernur Federal Reserve (bank sentral AS). Dalam sebuah acara di Rhode Island, Powell kembali menekankan risiko yang mengintai perekonomian Negeri Paman Sam.
The Fed, menurut Powell, harus menyeimbangkan antara inflasi yang masih di atas target 2% dan kelesuan di pasar tenaga kerja. “Tidak ada jalan yang bebas risiko,” tegasnya, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Pernyataan Powell ini dinilai kurang dovish oleh pelaku pasar. Akibatnya prospek pelonggaran kebijakan moneter menjadi agak samar-samar.
Hal ini kemudian dimanfaatkan investor untuk mulai memborong dolar AS. Perilaku ini membuat mata uang Negeri Adidaya mulai bangkit dari keterpurukan.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah sepertinya berisiko melemah lagi hari ini. Target support terdekat adalah Rp 16.680/US$. Jika tertembus, maka target selanjutnya ada di Rp 16.700/US$.
Apabila kembali menjebol kedua support tersebut, maka rupiah berisiko melemah lebih dalam menuju Rp 16.740/US$. Support terjauh atau target paling pesimistis adalah Rp 16.800/US$.
Sedangkan target resisten rupiah hari ini adalah Rp 16.650/US$. Resisten lanjutan ada di Rp 16.600/US$.
Adapun rupiah sejatinya masih ada potensi penguatan optimistis seiring sentimen yang cenderung membaik. Resisten potensial adalah Rp 16.550/US$.
(aji)































