Logo Bloomberg Technoz

Kejar Target B50 Tahun Depan, RI Dinilai Mesti Tekan Ekspor CPO

Redaksi
22 September 2025 11:10

Mesin produksi minyak kelapa sawit./Bloomberg-Ferley Ospina
Mesin produksi minyak kelapa sawit./Bloomberg-Ferley Ospina

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia dinilai perlu menekan ekspor minyak kelapas sawit mentah (CPO) demi menjaga pasokan biodiesel di dalam negeri, seiring dengan peningkatan kewajiban pencampuran biodiesel yang sudah naik ke B40 pada 2025, dan potensi penerapan B50.

Dalam laporan terbaru BMI bertajuk Indonesia Biofuel Outlook – Ambitions of B50 in 2026 Unlikely to Be Met yang dirilis 19 September 2025, disebutkan bahwa untuk menopang B40 pada 2025, Indonesia membutuhkan sekitar 15,4 juta kilo liter (kl) biodiesel. Volume itu setara dengan 14,1–14,2 juta ton CPO. 

Adapun, angka tersebut naik hampir 2 juta ton dibandingkan kebutuhan tahun 2024. Dengan proyeksi produksi sawit mencapai 47,5 juta ton pada musim 2025/2026, konsumsi domestik diperkirakan menyerap hampir setengah produksi total.


Namun, keseimbangan pasokan menjadi semakin ketat ketika ekspor diperhitungkan. Data USDA menunjukkan bahwa pada 2024/2025, konsumsi domestik ditambah ekspor hampir sama dengan total produksi sawit nasional. Kondisi ini membuat ruang pasokan untuk tambahan biodiesel semakin terbatas.

BMI memperkirakan, untuk mempertahankan B40, Indonesia harus mengalihkan sekitar 8,1% dari proyeksi volume ekspor 2025/2026 ke pasar domestik. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan bahan bakar campuran tetap terpenuhi, meski berpotensi menekan kinerja ekspor.